Followers

Wednesday, 11 July 2012

Surat Cinta untuk Bakal Suamiku



Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dear calon suamiku

Apakah khabarnya imanmu hari ini?

Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur

Karena dapat menatap kembali fananya hidup ini

Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai calon suamiku…

Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya?

Di sini aku di tempa untuk menjadi dewasa,

agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.

Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya,kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.

Bahagian terapuh diriku, namun kini aku tahu jawabannya.

Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya.

Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah “memiliki” aku di hatimu..

Calon suamiku..

Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga “memilikimu” kelak

Apa yang kuharapkan darimu adalah keshalihan

Semoga sama halnya dengan dirimu. Kerana apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau dapati

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keredhaan Allah dan dirimu, calon suamiku.

Wahai calon Suamiku..

Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan ibuku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat

Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.

Aku ini pencemburu berat.

Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela.

Aku harap begitu pula dirimu.

Aku yakin kaulah yang kubutuhkan,

meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan..

Calon suamiku yang di rahmati Allah…

Apabila hanya sebuah gubung menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubug derita. Kerana itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih..

Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah Ta’ala..

Bunga ini akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…

Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Itulah yang kini kuhadapi.

Kelak saat kita tengah besama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah Calon Suamiku..

Do’aku Selalu…

Credit to http://inspirasiislami.com/index.php/2012/01/surat-cinta-untuk-calon-suami

2 Comments:

Mr and Ms bOZhiCkA said...

Besttt... sweet sangat... :-D

orked violet said...

sweet nyer...bakaL suami da bace ker??

ker nak bacekan time reception mcm zahiril adzim ngn shera ayob?sweet jugak cm2.ngeee

sya-orked.blogspot.com

You may also like this:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RUMAH KEBAYA MALAYSIA

RUMAH KEBAYA MALAYSIA
'Queen of the day' when you with RKM!